Rabu, 02 Februari 2022

Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Program Literasi Digital

 Rabu, 15 Desember 2021

Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup : 4

Resume ke : 20

Tema : Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Program Literasi Digital

Narasumber : Mr. Bams

Moderator : Muliadi




"Materi terakhir ini sebenarnya bagi saya sangat berat. Kenapa? Wong...saya harus bicara tentang Kualitas Hidup. Itu rasanya mengawang-ngawang buat saya. Tapi saya sore hari ini berbagi pengalaman saja ya." ungkap narasumber.

 Kalau mendengar kalimat kualitas hidup, tentunya harus ada standar. Bagaimana kualitas hidup kita, setiap orang pasti akan berbeda-beda.
 Pengalaman saya dengan pemanfaatan literasi digital inilah yang akan saya bagikan kepada bapak ibu semua. Bagaimana ternyata saat kita memanfaatkan teknologi ini untuk terus belajar, berkarya, berbagi dan berbakti sebagai guru dan manusia yang mulia.
 Saya ingin membagikan dari pengalaman yang saya rasakan, saat ini saya mengelola :
1. Facebook *Bambang Ayah Salwa*
2. Instagram *@ayahnasalwa*
3. Website *penamrbams.id*
4. Blog *guruMAU.my.id*
5. Chanel Youtube *Pena Mr. Bams*
Tentunya pemateri sebelumnya sudah membahas materi yang berkaitan dengan Kecakapan Digital. Saya masih ingat pesan Presiden Joko Widodo, silahkan banjiri dunia internet dengan konten-konten yang baik. Lawan konten yang tidak baik dengan konten positif yang bisa kita buat terus menerus sehingga bisa menyaingi konten yang tidak baik.






Ini adalah contoh saat saya menggunakan kata kunci "Mr. Bams" di mesin pencari google, kemudian pilih gambar maka hasilnya adalah seperti gambar diatas. Ini karena saya terus menerus membanjiri media sosial, webiste, blog, youtube. Maka hasilnya bisa seperti sekarang.

 Saat memiliki karya dengan "Kalimat Bahagia Mr. Bams" saya posting di IG @ayahnasalwa, kemudian saya juga posting di website "penamrbams.id", maka google yang baik hati akan memberitakan tempat yang layak untuk sebuah karya. Maka teruslah kita berkarya, dan berkarya sampai kapan pun.

 Semakin kita mengasah kemampuan kita, maka kepercayaan untuk mengembangkan diri akan datang.  Saat kita mengembangkan diri terus menerus, jangan heran, kesempatan akan datang bahkan prestasi bisa diraih.

Narasumber menambahkan bahwa setiap guru wajib memiliki  branding personal. Kenapa ? Ya, karena kita guru. Guru harus bisa memberitakan bahwa keberadaan guru itu harus dirasakan manfaatnya, dimana pun berada. Di sekolah, masyarakat, lembaga, organisasi dan keluarga.

Nah apa hubungannya dengan peningkatan/pengembangan Kualitas Hidup ?

 Terkait dengan peningkatan kualitas hidup, manfaatkan tekonologi yang ada sebagai jalan untuk berlomba-lomba membuat kebaikan dimana pun berada, serta saling memberikan semangat dalam hidup ini. Jadikan alat-alat yang ada di depan mata kita sebagai alat yang bisa dikendalikan agar hidup semakin baik.

Kesibukan kita saat ini terkadang menjadi alasan untuk berhenti berbuat, hal tersebut manusiawi. Namun, kita bisa berusaha meminimalisir hal tersebut dengan memanfaatkan waktu  dan sumber daya dengan sebaik-baiknya serta menggunakan skala prioritas.

Misalnya, saat melakukan suatu hal, kita dapat melakukan hal lain secara bersamaan. Tentunya kegiatan pertama dipastikan memang benar-benar dapat disambil, atau memanfaatkan waktu kosong. Sehingga dalam waktu relatif bersamaan, ada dua atau bahkan lebih, pekerjaan yang terselesaikan. 

Saat Allah SWT, Tuhan YME masih memberikan kesempatan dalam hidup ini, maka manfaatkan untuk belajar, berkarya, berbagi dan berbakti terus menerus. karena itulah yang membuat seseorang dikatakan sukses.

Mari kita serbu dengan konten kebaikan dan kebaikan, pungkasnya. Mengena sekali ya..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Program Literasi Digital

 Rabu, 15 Desember 2021 Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) Grup : 4 Resume ke : 20 Tema : Pengembangan Kualitas Hidup ...