Senin, 15 November 2021
Judul: pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (MGLD)
Grup: 4
Resume ke : 7
Tema: Menyalurkan hobi di flatform digital
Narasumber : Rita Wati, S. Kom
Moderator : Rosminiyati
Temanya sekilas membuat penasaran dalam hati.
Hobi apa yang bisa tersalurkan melalui flatform? Memangnya bisa? Ribet ga ya?
Ya sudah, lihat materinya dulu deh..
Pemateri kali ini rupanya seorang guru yang istimewa, pengajar di sebuah SMP Negeri 2 Mendoyo, Jembrana, Bali dan pernah menyabet juara 1 lomba blog nasional.. keren sekali yaa.
Beliau mengatakan dalam uraian materinya, bahwa jika hobi kita salurkan dengan tepat dalam media digital hasilnya akan di luar dugaan contoh saja para youtuber yang berpenghasilan fantastis, atau seperti yang dialami sendiri oleh narasumber, mulai diundang menjadi moderator nasional, narasumber nasional setelah aktif membuat konten di blog dan youtube.
Apalagi kita sebagai guru jika banyak konten materi pelajaran yang kita buat tentu saja akan jauh lebih bermanfaat dan tentu saja menjadi ladang amal bagi kita yaitu ilmu yang bermanfaat.
Banyak sekali manfaat jika hobi kita disalurkan kedalam Platform Digital, antara lain:
1. Membangun personal branding.
2. Bermanfaat untuk orang banyak.
3. Meninggalkan jejak digital
4. Mulai dikenal dan diundang sebagai narasumber di seminar/ pelatihan.
5. Mendapatkan income/penghasilan tambahan.
Selain itu, tulisan kita di dalam blog dan tutorial di youtube juga bisa dijadikan buku.
Narasumber memberikan saran, bagi yang belum menjadikan menulis sebagai hobi, bahwa menulis sebagai permulaan cukup di satu blog saja, tidak perlu di berbagai blog.
Namun bila dirasa sudah rajin menulis, boleh mencoba menulis di platform lain yang berbeda.
"Pada awal menekuni hobi ini seperti kurang terkontrol waktu saya, lebih banyak menghabiskan berjam-jam di depan laptop. Tapi makin ke sini saya ikuti suasana hati dan mood jika ingin menulis artikel saya tulis artikel, jika malas menulis panjang saya menulis quote." Demikian narasumber menceritakan pengalamannya saat memulai hobi ini.
Hal tersebut dijalani tanpa memikirkan finansial, karena kalau kita memikirkan finansial hasilnya akan beda. Untuk saat ini saya menikmati proses alhamdulillah perlahan-lahan buku saya sudah diterbirkan di penerbit mayor dan penerbit indie juga ada yang berminat, tambahnya.
Apabila ada ketidaksukaan terhadap konten yang kita buat, itu manusiawi, wajar. Namun sebagai pembuat konten, tentu saja kita pun harus mawas diri, hal -hal yang alay atau lebay, halu tingkat tinggi sedapat mungkin kita hindari.
Tips dari pemateri mengenai pengaturan waktu untuk menulis, dilakukan saat pekerjaan utama sudah selesai. Sehingga tidak mengganggu keseluruhan kegiatan kita.
Menulis bisa dilakukan secara spontan, saat ide datang dengan proses editing di akhir. Namun, itu tidak mutlak karena setiap penulis memiliki gaya dan kebiasaan masing-masing.
Cara untuk mendapatkan ide bisa dari mana saja. Bisa dari membaca buku, atau bahkan membaca status teman pun bisa dijadikan ide menulis.
Ide adalah tantangan terbesar penulis. Pada saat ingin menulis, terkadang ide bermunculan, mengalir lancar. Namun, penulis pun dapat mengalami kendala kebuntuan ide.
Kebuntuan ide dapat kita siasati dengan memperbanyak buku, alam/lingkungan sekitar kita dan blog walking.
Seperti yang dialami tokoh utama dalam buku karya penulis Ahmad Fuadi, dan diatasi dengan bepergian ke lokasi orang -orang yang kurang beruntung. Dari situlah ide baru sang tokoh bermunculan.
Alah bisa karena biasa, demikian pula halnya menulis. Menjadi ahli atau mahir karena melalui proses latihan dan latihan.
"Nothing is imposible in this world what we look upon today tomorrow maybe acomplished fact." Tutup narasumber, mengutip kalimat dari Ibu Kartini.
Ayo, semangat menulis!
Mantap bu....semangat selalu. You will never know the miracle you have until you have tried
BalasHapusBaru belajar saja, kalimat nya sudah keren. Lanjutkan bu. I know you can and you have a millions idea in writing. Keep spirit
BalasHapusMakasih Ayuk Okmii.. dan Bu Nur Azizah..
BalasHapusKalian salah satu inpirasiku.. eh salah dua yaa..